FaktaID.net – Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengungkapkan anggaran pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto mencapai sekitar Rp100 miliar. Dana tersebut berasal dari pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden untuk penyaluran hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah.
“Jadi harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu memengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 100-an miliar, Rp 100 miliar,” kata Juri kepala wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5).
Pemerintah menyalurkan total 1.098 ekor sapi kurban. Dari jumlah tersebut, sebanyak 598 ekor didistribusikan ke berbagai daerah, sementara 500 ekor lainnya diberikan kepada lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat.
Pengadaan sapi dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara melalui Sekretariat Presiden, Kementerian Pertanian, serta dinas peternakan dan kesehatan hewan di daerah. Pemerintah juga menggandeng Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) dan penyedia hewan kurban guna memastikan seluruh sapi memenuhi syarat kesehatan dan kelayakan sebagai hewan kurban.
“Sehingga, dalam hal pemenuhan sejumlah atau 1.098 sapi ini, bisa kami dapatkan dengan baik atas kerja sama dengan mereka, dengan penyedia hewan kurban, dan dengan pihak-pihak yang memastikan seluruh hewan kurban ini memiliki kualifikasi atau syarat-syarat untuk menjadi sapi kurban,” ujarnya.
Juri menegaskan seluruh sapi kurban yang dibagikan Presiden berasal dari peternak lokal. Menurutnya, program ini diharapkan menjadi dorongan bagi peternak dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak.
“Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal ya, peternak lokal sehingga diharapkan mereka dapat momentum ini, mereka dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi, karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi kurban,” katanya.
Selain membantu masyarakat dalam perayaan Idul Adha, pemerintah berharap program tersebut dapat menjadi momentum penguatan industri peternakan nasional dan mendukung ketahanan pangan, khususnya pemenuhan kebutuhan daging sapi dalam negeri.
“Pak Presiden juga berharap supaya ini juga momentum untuk pengembangan ya industri peternakan di Indonesia secara mandiri dan memenuhi kebutuhan pangan khususnya daging sapi dalam negeri,” ujarnya. (DR)




