Kadivhumas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama Polri dengan otoritas Malaysia dan perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri.
“Penangkapannya menjadi langkah strategis untuk membongkar secara menyeluruh struktur organisasi dan aliran dana sindikat narkotika internasional tersebut,” ujar Johnny kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/6).
Ia menegaskan Polri akan terus mengembangkan perkara tersebut untuk menelusuri aset hasil tindak pidana narkotika serta memburu para pelaku yang masih melarikan diri.
“Kami akan terus mengejar para pelaku yang masih buron, termasuk Fredy Pratama, serta menyita aset-aset yang berasal dari hasil tindak pidana untuk memutus mata rantai kejahatan narkotika sampai ke akarnya,” tegasnya.
Johnny juga mengapresiasi sinergi antarinstansi yang mendukung proses pelacakan hingga pemulangan tersangka ke Indonesia.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa ruang gerak para pelaku kejahatan transnasional semakin sempit. Polri bersama mitra dalam dan luar negeri akan terus memperkuat kerja sama untuk memastikan setiap pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (DR)




