FaktaID.net – Bareskrim Polri tengah menelusuri dugaan adanya praktik persekongkolan jahat di balik merosotnya harga tandan buah segar (TBS) sawit dalam beberapa waktu terakhir.
Harga TBS dilaporkan turun hingga berada di bawah harga acuan, tak lama setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal produk sawit.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai, penurunan harga TBS pasca pengumuman penunjukan PT DSI sebagai eksportir tunggal merupakan sebuah anomali.
Pasalnya, pada saat bersamaan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia tengah menguat, begitu pula nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.
“Karena nilai dolar selisih 10 persen. Ya harus naik. Tidak ada alasan turun,” tegas Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6).
Amran juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah menyerahkan data sekitar 300 perusahaan atau pabrik kelapa sawit kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.




