Hukum  

Bareskrim Selidiki Dugaan Kartel di Balik Anjloknya Harga TBS Sawit

Redaksi
Bareskrim Selidiki Dugaan Kartel di Balik Anjloknya Harga TBS Sawit
Dok. Keterangan Pers Mentan Amran dan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri di Kementerian Pertanian.

FaktaID.net – Bareskrim Polri tengah menelusuri dugaan adanya praktik persekongkolan jahat di balik merosotnya harga tandan buah segar (TBS) sawit dalam beberapa waktu terakhir.

Harga TBS dilaporkan turun hingga berada di bawah harga acuan, tak lama setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal produk sawit.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Bupati Bekasi dan Dua Lainnya sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Uang Ijon Proyek

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai, penurunan harga TBS pasca pengumuman penunjukan PT DSI sebagai eksportir tunggal merupakan sebuah anomali.

Pasalnya, pada saat bersamaan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia tengah menguat, begitu pula nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

Baca Juga :  Kejagung Ajukan Kasasi atas Vonis Marcella Santoso di Kasus Korupsi CPO

“Karena nilai dolar selisih 10 persen. Ya harus naik. Tidak ada alasan turun,” tegas Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6).

Amran juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah menyerahkan data sekitar 300 perusahaan atau pabrik kelapa sawit kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.