Berbagai terobosan telah dijalankan, seperti peningkatan kuota pupuk hingga 100 persen, reformasi distribusi pupuk, serta kenaikan harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram.
Menurut Amran, kebijakan ini tak hanya bersifat taktis dalam merespons krisis global, namun juga menjadi fondasi kuat bagi kedaulatan pangan nasional.
“Presiden Prabowo memang sangat visioner. Beliau mampu melihat peluang-peluang di masa depan. Strategi Pak Presiden kita membuka harapan besar bagi stabilitas harga, penguatan cadangan pangan, dan kesejahteraan petani di tengah tantangan iklim dan pasar global,” tegas Mentan Amran.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kerja kolektif berbagai pihak—mulai dari petani, penyuluh, aparat kepolisian dan TNI, hingga BUMN dan stakeholder pangan lainnya.
“Terima kasih untuk seluruh petani, penyuluh kita, jajaran Bulog, Pangdam, juga Kapolda, Kapolres, seluruh yang terlibat. Itu berkat kerja keras kalian semua, Insyallah, Indonesia akan swasembada dalam waktu singkat, sekarang hilalnya sudah ada,” pungkas Mentan. (*)




