“Saya khawatir berasal dari susunya yang salah, berasal dari susu kotak yang harganya dibawah harga susu biasanya yang benar dalam mencantumkan kandungan gizi di kemasannya,” ungkap Sandi.
Menurutnya, produk susu kotak yang tidak umum dikenal masyarakat seringkali mengandung lebih banyak zat perasa daripada gizi yang dibutuhkan anak-anak.
“Perasa dalam makanan penting, namun kandungan gizinya yang paling penting. Syukur – syukur ada susu kemasan yang rasa enak dan kandungan gizinya juga benar – benar untuk diperuntukkan untuk anak atau siswa,” tambahnya.
Atas kejadian ini, Sandi mendorong agar instansi dan pemangku kebijakan yang terlibat dapat melakukan evaluasi menyeluruh dan mengusut tuntas penyebab kejadian demi keselamatan siswa di masa mendatang. (DR)




