Berdasarkan informasi dari pihak pengelola gedung, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Pecahnya kaca disebut dapat terjadi sekitar satu hingga dua kali dalam setahun, terutama ketika memasuki musim kemarau atau saat cuaca sedang panas.
“Pihak pengelola gedung menyampaikan bahwa kejadian serupa pernah terjadi, khususnya saat cuaca panas atau musim kemarau,” jelas Reynold.
Hasil pengecekan menunjukkan kaca di bagian depan Gedung BGN mengalami kerusakan hingga serpihannya berserakan di halaman depan. Untuk mengantisipasi risiko terhadap masyarakat, petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi pecahan kaca.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden tersebut. Menurutnya, kepolisian masih terus melakukan pengecekan guna memastikan penyebab pasti pecahnya kaca.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Saat ini dugaan awal penyebab kaca pecah karena faktor cuaca panas dan perbedaan suhu, namun pengecekan tetap dilakukan secara proporsional,” ujarnya. (DR)




