Berita  

KSAD Ungkap Dugaan Sabotase Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatera

Redaksi
KSAD Ungkap Dugaan Sabotase Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatera
Dok. KSAD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak/Foto: Ist)

Ia juga menekankan pentingnya kekompakan semua pihak dalam menghadapi situasi darurat. Jika tidak solid, kata Maruli, upaya penanganan bencana akan semakin berat.

“Karena saya pikir orang sebiadap ini luar biasa. Jadi kalau kita tidak kompak Bapak Ibu sekalian ini akan membuat berat kita dalam bekerja. Nah ini lihat sudah dilepas,” katanya.

KSAD menepis anggapan yang menyebut peristiwa tersebut sebagai rekayasa atau pengkondisian. Ia menegaskan, tindakan yang berpotensi membahayakan nyawa warga tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Amankan 28 Orang di Yahukimo, 9 Jadi Tersangka

“Nanti ada lagi yang bilang oh ini sengaja ini pengkondisian. Ya kalau pengkondisian membuat masyarakat mati bukan pengkondisian namanya itu. Itu biadap namanya,” tegas Maruli.

Ia menambahkan, TNI AD telah bekerja siang dan malam untuk membantu masyarakat terdampak bencana, termasuk dengan terus mengirimkan kapal dan menyalurkan berbagai kebutuhan logistik sesuai hasil evaluasi di lapangan.

Baca Juga :  Ketua KPU Lamongan dan Ketua Bawaslu Gresik Diperiksa KPK Terkait Hibah Jatim

“Jadi ini bukti-bukti nyata sudah ada. Kasian masyarakat korban. Jangan lagi sampai jiwanya korban lagi. Kami sudah bekerja siang malam, anggota-anggota kita. Dan juga kami terus mengirim kapal kami. Kita evaluasi barang apa yang diperlukan,” pungkasnya. (DR)