Ia juga menekankan pentingnya kekompakan semua pihak dalam menghadapi situasi darurat. Jika tidak solid, kata Maruli, upaya penanganan bencana akan semakin berat.
“Karena saya pikir orang sebiadap ini luar biasa. Jadi kalau kita tidak kompak Bapak Ibu sekalian ini akan membuat berat kita dalam bekerja. Nah ini lihat sudah dilepas,” katanya.
KSAD menepis anggapan yang menyebut peristiwa tersebut sebagai rekayasa atau pengkondisian. Ia menegaskan, tindakan yang berpotensi membahayakan nyawa warga tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.
“Nanti ada lagi yang bilang oh ini sengaja ini pengkondisian. Ya kalau pengkondisian membuat masyarakat mati bukan pengkondisian namanya itu. Itu biadap namanya,” tegas Maruli.
Ia menambahkan, TNI AD telah bekerja siang dan malam untuk membantu masyarakat terdampak bencana, termasuk dengan terus mengirimkan kapal dan menyalurkan berbagai kebutuhan logistik sesuai hasil evaluasi di lapangan.
“Jadi ini bukti-bukti nyata sudah ada. Kasian masyarakat korban. Jangan lagi sampai jiwanya korban lagi. Kami sudah bekerja siang malam, anggota-anggota kita. Dan juga kami terus mengirim kapal kami. Kita evaluasi barang apa yang diperlukan,” pungkasnya. (DR)




