FaktaID.net — Presiden Prancis Emmanuel Macron mengutuk keras serangan rudal Rusia yang menghantam kota Sumy, Ukraina, pada Sabtu pagi (13/4).
Melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, Macron menyebut serangan tersebut menewaskan banyak warga sipil, termasuk anak-anak.
“Pagi ini, dua rudal Rusia menghantam jantung kota Sumy di Ukraina, menyebabkan banyak korban sipil, termasuk anak-anak sekali lagi,” tulis Macron.
Presiden Macron menegaskan bahwa perang yang masih berlangsung ini merupakan hasil keputusan sepihak Rusia.
Ia juga mengkritik keras Rusia yang dinilainya mengabaikan nyawa manusia, hukum internasional, serta upaya diplomatik yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
“Semua orang tahu perang ini diprakarsai oleh Rusia sendiri. Dan hari ini, jelas bahwa Rusia sendiri yang memilih untuk melanjutkannya,” ungkap Macron.
Macron menyerukan perlunya tindakan tegas dari komunitas internasional untuk memaksa Rusia menghentikan agresinya dan memberlakukan gencatan senjata.
Ia menegaskan bahwa Prancis terus bekerja keras bersama mitra-mitranya untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut.
“Kepada para korban, yang terluka, dan seluruh Ukraina yang terus melawan: solidaritas kami, rasa hormat kami, komitmen kami yang teguh,” tutup Macron. (DR)




