“Masjidil Haram tadi malam kosong, orang semuanya bisa mencium Kabah karena tidak ada orang umrah lagi. Sudah tidak ada (jemaah) umrah masuk. Semua yang bisa masuk adalah visa haji,” jelasnya.
Menag juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran dari oknum yang menjanjikan bisa berhaji tanpa visa resmi. Ia menekankan bahwa risiko yang dihadapi sangat besar.
“Saya mengimbau kepada seluruh jemaah, mungkin ada yang menjanjikan bisa berhaji (tanpa visa haji), lebih baik menghindari dari pada nanti terlunta-lunta nasibnya di sini. Dioper ke sana ke mari, pesawat mau pulang juga tidak ada lagi, hotel sudah penuh semua, akhirnya terlantar di sini,” ujarnya.
Menag menegaskan bahwa peraturan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dan jemaah harus mempertimbangkan potensi kerugian.
“Tahun lalu beda dengan tahun ini. Sangat super ketat. Jadi lebih baik menghindari kemudaratan yang bisa terjadi. Kita niatnya mencari kepuasan batin malah justru memetik dosa karena mengutuk semuanya orang,” tegasnya lagi.
Kepada jemaah yang telah mendapat kesempatan berhaji secara resmi, Menag berpesan agar benar-benar memanfaatkan momen ini sebaik mungkin.
“Orang yang (tahun ini) dipanggil Allah melalui jemaah haji yang formal ini, bersungguh-sungguhlah dalam melakukan ibadah dengan baik. Sebab, belum tentu bisa berhaji lagi di masa yang akan datang karena harus menunggu 48 tahun,” tandasnya. (DR)




