Selain itu, jemaah diminta membawa barang seperlunya selama menjalani fase Armuzna.
“Bawalah barang yang benar-benar dibutuhkan, seperti dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, alas kaki yang nyaman, dan perlengkapan kebersihan pribadi. Hindari membawa koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, atau uang tunai dalam jumlah besar,” pesan Maria.
Kemenhaj juga mengajak seluruh petugas dan jemaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, maupun mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
“Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Hingga kini, Kemenhaj terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, serta seluruh unsur layanan agar pelaksanaan puncak haji di Armuzna berjalan lancar dan optimal.
“Mohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar puncak haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, serta kemudahan,” tandas Maria. (DR)




