Polri Ungkap Penipuan Haji Non Prosedural, 550 Calon Jemaah Rugi Rp21,7 Miliar

Redaksi
Polri Ungkap Penipuan Haji Non-Prosedural, 550 Calon Jemaah Rugi Rp21,7 Miliar
Dok. Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir.

“Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini memberikan banyak pembelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Ia menegaskan, evaluasi menyeluruh serta peningkatan koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan, pengamanan, dan perlindungan terhadap jemaah haji Indonesia.

“Melalui evaluasi yang komprehensif dan penguatan koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan kualitas pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah Indonesia dapat terus ditingkatkan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Kekuatan Pertahanan Untuk Jaga Kedaulatan

Lebih lanjut, Johnny menilai Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan sistem perlindungan yang lebih kuat, adaptif, dan terintegrasi untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Menurutnya, peningkatan koordinasi, pemanfaatan teknologi, penguatan literasi masyarakat, serta sinergi antara Satgas Haji dan Umrah, Kementerian Agama RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, dan otoritas Kerajaan Arab Saudi menjadi faktor penting dalam menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.

“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci untuk memastikan jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (DR)