Sebagai upaya meredam eskalasi, PBB telah mengutus perwakilan khususnya, Jean Arnault, ke kawasan konflik guna mendukung proses diplomasi yang tengah berlangsung.
“Spiral kematian dan kehancuran ini harus berhenti,” pintanya, seraya menegaskan pentingnya ruang bagi jalur diplomatik.
Ia juga menekankan bahwa setiap penyelesaian konflik harus berlandaskan hukum internasional dan Piagam PBB, dengan tetap menghormati kedaulatan serta integritas wilayah seluruh negara anggota, sekaligus memastikan perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas penting, termasuk instalasi nuklir.
“Kepada Amerika Serikat dan Israel, sudah saatnya menghentikan perang yang menimbulkan penderitaan manusia yang luar biasa dan telah memicu konsekuensi ekonomi yang menghancurkan.” seru Guterres.
Ia juga menyerukan kepada Iran agar menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga.
Menutup pernyataannya, Guterres mengingatkan bahwa penyelesaian konflik sepenuhnya berada di tangan para pemimpin dunia.
“Konflik tidak berakhir dengan sendirinya. Konflik berakhir ketika para pemimpin memilih dialog daripada kehancuran. Pilihan itu masih ada. Dan pilihan itu harus diambil—sekarang juga.” pungkas Guterres. (DR)






