BeritaInternasional

Proyektil Israel dan Bom Rakitan Hizbullah Jadi Penyebab Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Redaksi
×

Proyektil Israel dan Bom Rakitan Hizbullah Jadi Penyebab Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sebarkan artikel ini
Proyektil Israel dan Bom Rakitan Hizbullah Jadi Penyebab Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Dok. Pelepasan Jenazah Prajurit TNI Yang Gugur dari Lebanon ke Indonesia/Foto: UNIFIL)

FaktaID.net – Misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) merilis temuan awal terkait gugurnya tiga personel penjaga perdamaian asal Indonesia dalam dua insiden berbeda yang terjadi bulan lalu. Peristiwa ini berlangsung di tengah meningkatnya bentrokan antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.

Salah satu personel “helm biru” dilaporkan gugur pada 29 Maret setelah sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL di Ett Taibe. Insiden tersebut terjadi saat situasi keamanan di kawasan itu tengah memanas.

Sementara itu, dua personel lainnya yang tergabung dalam konvoi logistik dilaporkan tewas sehari setelahnya, yakni pada 30 Maret. Keduanya gugur akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan yang mereka tumpangi.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Program Digitalisasi Pendidikan, Kejagung Periksa Direktur Google Indonesia

Ketiga korban yang terdiri dari Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon telah dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu lalu untuk dimakamkan secara militer.

Juru bicara PBB, Stéphane Dujarric, mengungkapkan bahwa berdasarkan bukti awal, proyektil dalam insiden 29 Maret merupakan peluru kaliber 120 mm yang ditembakkan dari tank Merkava milik Israel, berasal dari arah timur menuju posisi UNIFIL di Ett Taibe.

Untuk insiden yang terjadi pada 30 Maret, hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa ledakan disebabkan oleh bahan peledak rakitan atau Improvised Explosive Device (IED).

Baca Juga :  Tech Guru Shares Top Gift Ideas for Dads and Grads

“Investigasi menilai bahwa, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah,” ujar Dujarric,

Ia juga menegaskan bahwa kesimpulan tersebut masih bersifat sementara dan didasarkan pada bukti fisik awal di lapangan. Proses penyelidikan secara menyeluruh hingga kini masih terus berlangsung. (DR)