FaktaID.net – Jeruk lokal terus menunjukkan dominasinya di pasar domestik dengan produksi nasional yang mencapai 2,65 juta ton pada 2024. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi ini berasal dari berbagai sentra utama seperti Banyuwangi, Malang, Bangli, Karo, Sambas, dan Barito Kuala.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung petani jeruk lokal melalui pembinaan dan pendampingan.
“Kami terus melakukan pembinaan agar kualitas jeruk lokal semakin meningkat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (18/3).
Taufiq juga meluruskan informasi yang menyebutkan produktivitas jeruk lokal hanya 3,8 ton per hektar. Menurut data BPS, produktivitasnya mencapai 44,8 ton per hektar, jauh lebih tinggi dibandingkan jeruk asal China yang hanya 19,5 ton per hektar.
Meski produksi lokal mencukupi, pemerintah tetap membuka keran impor untuk memenuhi kebutuhan di luar musim panen. Rekomendasi impor pada 2024 hanya sebesar 56,3 ribu ton atau 2,1 persen dari produksi nasional.
Impor jeruk berasal dari Amerika Serikat, Afrika Selatan, Argentina, Australia, Pakistan, China, dan Mesir, dengan persyaratan teknis ketat seperti dokumen Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP).
Untuk memperkuat daya saing jeruk lokal, Kementerian Pertanian terus menjalankan program pengembangan kampung jeruk, penyediaan benih unggul, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan, serta peningkatan fasilitas pascapanen. (DR)






