Dalam pertandingan tersebut, Al Ahli sempat berada dalam situasi sulit setelah Zakaria Hawsawi diganjar kartu merah pada menit ke-68 akibat insiden dengan Tete Yengi. Namun, mereka tetap mampu bangkit dan memastikan kemenangan lewat gol dramatis Feras Al Brikan pada menit keenam babak tambahan waktu.
Jaissle pun memberikan apresiasi terhadap penampilan Machida yang dinilai sangat disiplin dalam bertahan.
“Kami tahu kami menghadapi lawan yang sangat disiplin saat tidak menguasai bola. Kami punya peluang untuk mencetak gol, tetapi segalanya menjadi lebih sulit setelah Hawsawi diusir keluar lapangan karena tindakan yang tidak perlu,” jelasnya.
Meski bermain dengan 10 orang, Al Ahli tetap menunjukkan daya juang tinggi hingga akhirnya keluar sebagai juara.
“Tetapi kami menunjukkan mentalitas yang tepat dan para pemain tetap percaya. Hal itulah yang membuat saya sangat bangga sebagai pelatih,” tegas Jaissle.
“Kami berdiskusi saat jeda bahwa dengan kekurangan satu pemain, kami harus bekerja lebih keras dan berkorban lebih banyak. Namun, kami memiliki pemain-pemain berkualitas yang bisa memanfaatkan satu momen krusial untuk menjadi penentu,” pungkasnya. (GL)






