Lebih lanjut, Anies menekankan pentingnya ruang aspirasi tanpa intimidasi.
“Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut. Namun, bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?” ucapnya.
Ia juga menyoroti sikap pemerintah yang dinilai sering abai terhadap suara rakyat.
“Tuntutan penyampaian aspirasi damai harus diimbangi kesediaan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi secara serius dan beradab, bukan malah meremehkan hingga memantik kemarahan dan keputusasaan publik,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Anies memberikan apresiasi kepada masyarakat yang menjaga ketertiban saat aksi.
“Terima kasih kepada sesama rakyat yang saling menjaga dalam demonstrasi kemarin. Sikap rakyat ini menunjukkan kekuatan dan kedewasaan dalam berdemokrasi,” ungkapnya.
Ia menutup seruannya dengan pesan agar tidak ada lagi korban jiwa dalam menyampaikan aspirasi.
“Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi. Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita,” tegas Anies. (DR)




