FaktaID.net – Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Puslabfor, dan PLN turun langsung ke lokasi putusnya konduktor jaringan transmisi listrik tegangan tinggi di Kabupaten Muara Jambi, Ahad (24/5).
Sepotong konduktor yang putus tersebut kini menjadi barang bukti utama dalam penyelidikan blackout massal yang sempat memadamkan listrik di sejumlah wilayah Sumatera.
Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Moh Irhamni, mengatakan hingga saat ini penyidik belum menemukan indikasi adanya unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.
“Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” ujar Irhamni.
Ia menjelaskan, konduktor yang putus telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium Puslabfor Bareskrim Polri serta Litbang PLN guna mengetahui penyebab pasti gangguan.
Diketahui, gangguan listrik besar-besaran itu terjadi pada Jumat malam (22/5) saat cuaca buruk memicu gangguan pada ruas transmisi 275 kilovolt antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi.
Akibat gangguan tersebut, salah satu jalur transmisi keluar dari sistem jaringan listrik Sumatera dan memicu ketidakseimbangan pasokan listrik di berbagai wilayah.
Dampaknya, jutaan pelanggan di sejumlah provinsi seperti Jambi, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, hingga Aceh mengalami pemadaman listrik secara bersamaan. PLN mencatat sekitar 8,3 juta pelanggan terdampak blackout massal tersebut. (DR)




