Barisan Penggerak Stabilitas Nasional juga menyebutkan bahwa dorongan ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk membongkar dugaan konspirasi di balik kerusuhan yang dinilai mengarah pada upaya makar.
Dalam pernyataan sikapnya, mereka menekankan dua poin utama:
- Mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo dalam mengungkap konspirasi di balik tragedi kerusuhan yang berpotensi makar, demi menjaga stabilitas keamanan nasional.
- Mendorong pemerintah dan Polri untuk menjalankan reformasi secara transparan, menghormati supremasi sipil, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan.
Selain Mustafa, pernyataan ini juga ditandatangani oleh sejumlah pimpinan OKP yang tergabung dalam presidium, antara lain Dimas (Ketum KAMPUS), Pieter Febrian (Ketum Pemuda Pelopor Kedaulatan Bangsa), dan Reza F (Ketum Pemuda Demokrasi Kebangsaan).
Mereka menegaskan akan terus mengawal jalannya reformasi Polri agar benar-benar membawa perubahan positif dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. (DR)






