Untuk mengelabui petugas, sindikat menggunakan modus perjalanan tidak langsung menuju Arab Saudi. Para calon jemaah terlebih dahulu diterbangkan ke negara transit seperti Singapura atau Malaysia sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan Timur Tengah.
“Modusnya, mereka berangkat ke negara transit terlebih dahulu. Dari sana baru disiapkan tiket lanjutan ke Timur Tengah, sehingga pada pemeriksaan awal tidak terlihat tujuan akhirnya untuk berhaji,” jelasnya.
Selain itu, jaringan tersebut juga memanfaatkan visa kerja dengan melampirkan dokumen pendukung yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Saat ini, pengawasan di pintu keberangkatan internasional terus diperketat melalui kerja sama antara kepolisian, Imigrasi, dan kementerian terkait. Petugas juga masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan utama di balik praktik ilegal ini.
“Kami terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Banyak jemaah yang tidak menyadari bahwa dokumen yang mereka gunakan tidak sesuai. Kami berupaya mengungkap sindikat utama agar dapat segera ditindak,” pungkas Yandri. (DR)




