Ia menambahkan, standar tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari konsumsi harian, layanan transportasi, pengangkutan barang, hingga program ibadah seperti city tour dan ziarah ke Raudhah. Dengan demikian, seluruh jemaah diharapkan tetap mendapatkan pelayanan optimal selama berada di Madinah.
Meski terdapat perbedaan kelas hotel—mulai dari setara bintang tiga hingga sebagian mendekati bintang empat—hal itu tidak memengaruhi standar layanan yang diterima jemaah.
“Memang hotelnya berbeda, tetapi standar layanannya sama. Bahkan ada hotel dengan fasilitas mendekati haji khusus, meski jemaahnya reguler,” jelasnya.
Selain itu, Kemenhaj juga berupaya menjaga kebersamaan jemaah, terutama bagi pasangan suami istri, keluarga, serta jemaah lanjut usia (lansia) dengan pendampingnya, agar tidak terpisah dalam penempatan hotel.
Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah di Madinah dengan tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan. (DR)




