Berita  

Ketua Umum MUI: Kami Akan Membersamai Presiden Prabowo Dalam Memberantas Koruptor

Redaksi
Ketua Umum MUI: Kami Akan Membersamai Presiden Prabowo Berantas Koruptor
Dok. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Anwar Iskandar/Instagram)

FaktaID.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar acara tasyakuran dalam rangka peringatan hari ulang tahun (Milad) ke-50 yang berlangsung di Asrama Haji, Jakarta Timur, pada Sabtu (26/7).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, menyampaikan apresiasi atas komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi serta kepeduliannya terhadap kesejahteraan para ulama dan rakyat kecil.

KH Anwar Iskandar menyebut bahwa ketegasan Prabowo dalam pidato-pidatonya soal korupsi menunjukkan keberpihakan terhadap rakyat dan nilai-nilai Islam.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Operasikan 345 Kapal untuk Jaga Distribusi Energi Nasional

“Kita sering mendengar pidato-pidato Presiden, bahkan sangat tegas sekali untuk memberantas koruptor-koruptor di Indonesia,” ujar Anwar dalam Milad 50 Tahun MUI di Asrama Haji Jakarta, Sabtu (26/7).

Ia menilai bahwa perhatian Prabowo terhadap kesejahteraan rakyat, khususnya melalui program perumahan subsidi bagi guru ngaji dan dai, menjadi salah satu bukti nyata kepemimpinan yang berpihak pada umat.

“Jelas sekali sikap beliau, keberpihakannya kepada kesejahteraan rakyat jelas. Bahkan kita ambil sebagian dari itu, yaitu tentang perumahan rakyat,” katanya.

Baca Juga :  How We Keep Brand Consistency in Our Visual Language

Anwar menegaskan bahwa MUI akan terus mendukung dan membersamai Presiden demi menjalankan program-program yang membawa kemaslahatan.

“Saya ingin mengatakan tidak ada kata lain bagi MUI, untuk terus membersamai Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.

Menurut Anwar, program-program tersebut mencerminkan nilai-nilai Islami yang sejalan dengan perjuangan para ulama.

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Ono Surono Terkait Dugaan Suap Ijon Proyek di Bekasi

“Karena program-program itu dan sikap-sikap itu amat Islami. Sesuatu yang Islami harus didukung oleh ulama,” pungkasnya. (DR)