Pemboman di Gaza Tewaskan 322 Anak dalam 10 Hari, UNICEF Desak Gencatan Senjata

Redaksi
Pemboman di Gaza Tewaskan 322 Anak dalam 10 Hari, UNICEF Desak Gencatan Senjata
Dok. UNICEF/UNI501860/El Baba.

FaktaID.net – Konflik yang terus berlanjut di Jalur Gaza telah menimbulkan korban jiwa yang mengerikan di kalangan anak-anak. Menurut laporan terbaru, setidaknya 322 anak tewas dan 609 lainnya terluka dalam 10 hari terakhir akibat pemboman dan operasi darat intensif.

Angka ini setara dengan rata-rata 100 anak tewas atau cacat setiap harinya. Sebagian besar korban adalah anak-anak yang mengungsi dan berlindung di tenda-tenda darurat atau bangunan yang rusak.

Di antara korban tersebut adalah anak-anak yang menjadi korban serangan terhadap departemen bedah Rumah Sakit Al Nasser di selatan Gaza pada 23 Maret.

Baca Juga :  Bertemu Macron di Paris, Presiden Prabowo Bahas Pertahanan hingga IEU-CEPA

Pengeboman tanpa henti dan tanpa diskriminasi, disertai blokade total bantuan kemanusiaan selama lebih dari tiga minggu, telah memperparah penderitaan warga sipil.

Sekitar satu juta anak-anak Gaza kini berada dalam risiko serius akibat kurangnya akses makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russellmenegaskan bahwa gencatan senjata sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa anak-anak.

Baca Juga :  PT DKI Jakarta Perberat Hukuman Zarof Ricar Jadi 18 Tahun Penjara

“Gencatan Senjata di Gaza memberikan garis hidup yang sangat dibutuhkan bagi anak-anak Gaza dan harapan untuk jalan pemulihan,” tegas Russell dalam pernyataannya, Senin (31/3)

Dia juga mendesak semua pihak untuk menghentikan kekerasan, membuka akses bantuan kemanusiaan, dan melindungi hak-hak anak yang menjadi korban konflik. (DR)