Polisi Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Investigasi Masih Berjalan

Redaksi
Polisi Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Investigasi Masih Berjalan
Dok. Konferensi Pers Hasil Investigasi Lapangan Penyebab Blackout di Sejumlah Wilayah di Sumatera.

FaktaID.net – Tim investigasi gabungan masih mendalami penyebab putusnya kabel transmisi pada tower listrik di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, yang memicu pemadaman listrik massal di sebagian besar wilayah Sumatera.

Hal tersebut disampaikan Wakabareskrim Polri, Nunung Syaifuddin, pada Senin (25/5). Ia mengatakan penyebab pasti gangguan transmisi tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Menurut Nunung, dugaan sementara mengarah pada sejumlah faktor teknis dan cuaca ekstrem yang memengaruhi jaringan kelistrikan.

Baca Juga :  Panglima TNI Hadiri Puncak Fire Power Demo Latihan Angkasa Yudha 2024

“Penyebab kabel itu putus diduga antara lain karena faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem,” ujarnya di Gedung Bareskrim Polri.

Ia menegaskan hingga saat ini tim investigasi belum menemukan indikasi adanya unsur sabotase atau tindakan kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut.

“Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak adanya indikasi sabotase atau unsur kesengajaan dalam blackout tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan,” kata Nunung.

Baca Juga :  Diaspora Indonesia Sambutan Hangat Kedatangan Presiden Prabowo di Bangkok

Wakabareskrim juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang menyebut pemadaman massal di Sumatera disebabkan aksi sabotase.

“Kenapa kami bisa pastikan kalau ini bukan sabotase, karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Kalau itu sabotase, pasti potongannya lebih rapi,” jelasnya.

Saat ini, aparat bersama pihak terkait masih melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan penyebab utama gangguan pada sistem transmisi listrik tersebut. (DR)