Ia kemudian menyinggung perspektif militer yang memandang tindakan meninggalkan tugas saat situasi bahaya sebagai bentuk desersi—suatu pelanggaran berat yang tidak bisa diterima.
“Itu kalau tentara namanya desersi. Dalam keadaan bahaya, meninggalkan anak buah, waduh… itu enggak bisa. Saya enggak mau tanya partai mana. Sudah kau pecat? (bertanya kepada Sekjen Gerindra, Sugiono),” sentil Prabowo.
Bupati Aceh Selatan sekaligus Ketua DPC Gerindra, Mirwan MS, menuai kritik setelah tetap berangkat umrah meski daerahnya tengah menghadapi banjir dan longsor yang melanda 11 kecamatan. Keputusan tersebut dianggap tidak tepat karena dilakukan saat warga masih berjuang menghadapi dampak bencana.
Sebelumnya diberitakan, Sekjen Partai Gerindra Sugiono menyatakan bahwa DPP Gerindra langsung mengambil langkah tegas dengan mencopot Mirwan MS dari posisi Ketua DPC.
“Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan, oleh karena itu DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” tegas Sugiono, Jumat (5/12).
Menurut Sugiono, sikap Mirwan tidak mencerminkan kepemimpinan yang semestinya ditunjukkan pada situasi krisis, sehingga keputusan pencopotan tersebut harus diambil. (DR)




