JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, melepas Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia (Garuda INAF) yang akan bertanding di Amputee Football Asian Championship 2025. Kejuaraan bergengsi ini akan digelar di Dhaka, Bangladesh, pada 7-12 Februari mendatang.
Pelepasan tim ini ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih oleh Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, kepada Ketua Umum Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI), Yudhi Yahya, di Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa (4/2).
Dalam sambutannya, Deputi Surono menyatakan bahwa momen ini bukan sekadar pelepasan tim, melainkan penghormatan kepada para pejuang yang akan membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
“Perjuangan para atlet ini adalah simbol kegigihan, keberanian, dan tekad pantang menyerah dalam meraih cita-cita. Kami berharap mereka mampu meraih prestasi gemilang di kejuaraan ini,” ujarnya.
Surono juga menekankan bahwa keikutsertaan tim nasional sepak bola amputasi ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.
“Para atlet telah melalui latihan keras dan menghadapi berbagai rintangan. Kini, mereka berdiri tegak sebagai wakil Indonesia di kompetisi bergengsi ini,” tambahnya.
Pemerintah, melalui Kemenpora, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang demi bangsa dan negara.
“Para atlet tidak hanya bertanding untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk menginspirasi banyak orang. Bermainlah dengan hati, semangat, dan keyakinan penuh. Junjung tinggi sportivitas dan harumkan nama bangsa,” pesan Surono.
Sementara itu, Ketua Umum PSAI, Yudhi Yahya, menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi ajang penting bagi tim nasional amputasi Indonesia untuk mengukur kemampuan mereka.
Selain Indonesia, turnamen ini juga diikuti oleh beberapa negara kuat seperti tuan rumah Bangladesh, Irak, Iran, Uzbekistan, dan Nepal. “Ini adalah langkah awal menuju impian yang lebih besar, yaitu Piala Dunia,” ujar Yudhi.
Yudhi juga mengungkapkan bahwa tim telah mempersiapkan 13 pemain terbaik dengan target finis di tiga besar.
“Kami berterima kasih atas dukungan dari Menpora, Komisi X DPR, serta para sponsor. Kami juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar tim nasional kami bisa meraih hasil terbaik,” pungkasnya. (DR)






