Titiek Soeharto Apresiasi Kebersihan SPPG Polri Karanganyar, Sebut Layak Jadi Contoh Nasional

Redaksi
Titiek Soeharto Apresiasi Kebersihan SPPG Polri Karanganyar, Sebut Layak Jadi Contoh Nasional
Dok. Kunjungan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto di SPPG YKB Polres Karanganyar bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Foto: Ist)

FaktaID.net – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, mengaku terkesan dengan kebersihan dapur Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Polri di Karanganyar, Jawa Tengah. Ia menyebut dapur milik Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Polres Karanganyar itu sangat higienis dan bisa menjadi teladan bagi SPPG lain di seluruh Indonesia.

“Saya salut kebersihannya luar biasa ini bisa jadi contoh SPPG seluruh Indonesia. Ini bersih di sini, kemudian sangat higienis,” ujar Titiek, setelah meninjau SPPG YKB Polres Karanganyar, pada Jumat (7/11).

Titiek menilai aspek kebersihan menjadi hal yang sangat penting dalam pengelolaan SPPG di mana pun. Ia juga menyoroti proses pencucian ompreng yang dinilainya bisa dijadikan standar bagi dapur MBG (Makanan Bergizi) lainnya.

Baca Juga :  Polri Wacanakan Sentralisasi Pembuatan SIM Mulai Tahun Depan

“Punya SPPG jangan hanya punya-punyaan. ‘Bangga saya punya SPPG, ‘Saya punya SPPG bisa memberikan pada sekian ribu anak’. Tapi tak memperhatikan higienis dan gizi untuk anak-anak itu, di sini semua diperhatikan, mudah-mudahan bisa jadi contoh bagi SPPG yang lain,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Titiek turut memastikan bahwa SPPG YKB Polres Karanganyar juga memberdayakan masyarakat lokal. Ia mendapat laporan bahwa bahan pangan yang digunakan sebagian besar disuplai oleh pelaku UMKM dan warga sekitar.

“Ternyata tadi dapat laporan bahwa bahan bakunya diambil dari masyarakat atau UMKM di sekitar sini,” terangnya.

Baca Juga :  Pakar Hukum: OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer Ironi di Tengah Komitmen Presiden Berantas Korupsi

SPPG Polri di Karanganyar dibangun dengan pengawasan langsung Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto. Program ini akan mendistribusikan makanan bergizi kepada sekitar 4.000 siswa di 16 sekolah mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.