Uji coba operasional telah dilakukan sejak 30 September dengan menyediakan 500 porsi makanan. Uji coba lanjutan pada 3 dan 8 Oktober meningkat hingga 1.750 porsi.
Seluruh proses pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan mentah, penerimaan, hingga pengawasan kualitas dilakukan secara ketat oleh Pengurus Bhayangkari Karanganyar dan Tenaga Ahli Gizi.
Makanan juga diuji terlebih dahulu oleh guru di sekolah untuk memastikan kelayakan konsumsi. Tak hanya itu, limbah hasil produksi juga dikelola melalui sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar tidak mencemari lingkungan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa SPPG Polri berkomitmen menerapkan prinsip zero accident dalam seluruh proses produksi dan distribusi makanan.
“Ibu Titiek juga berkenan untuk mengecek langsung SPPG Polri di Karanganyar mulai dari saat barang tiba, kemudian proses pemisahan penyimpanan, sampai juga terkait pada saat masak, kemudian juga pada saat akan didistribusikan,” ujar Jenderal Sigit di SPPG YKB Polres Karanganyar.
Jenderal Sigit menambahkan, pihaknya bersama Titiek turut meninjau sistem pengelolaan limbah MBG agar sesuai dengan prinsip kebersihan dan keamanan pangan.
“Termasuk pembersihan dan juga sterilisasi sehingga harapan kita terkait SPPG Polri ini betul-betul bisa zero accident dan ini menjadi perhatian besar dari Bapak Presiden yang harus kita jaga,” jelasnya. (DR)






