FaktaID.net — Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1). Pertemuan tersebut membahas arah kebijakan dan implementasi pengelolaan sumber daya alam (SDA) nasional, khususnya di sektor mineral dan batu bara (minerba).
Usai pertemuan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pembahasan difokuskan pada upaya memastikan pengelolaan SDA benar-benar berpihak pada kepentingan negara, terutama dalam mendorong peningkatan penerimaan negara secara optimal. Namun, di sisi lain, pemerintah juga tetap mempertimbangkan keberlangsungan dunia usaha.
“Bagaimana kita bisa memediasi agar pengelolaan sumber daya alam itu betul-betul berorientasinya pada penghasilan negara yang lebih baik, tapi juga harus bijak dengan pengusaha, kira-kira begitu,” ujar Bahlil kepada awak media.
Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada jajaran Kementerian ESDM agar segera menyusun formulasi kebijakan yang tepat demi kepentingan nasional yang lebih besar.
Presiden, kata Bahlil, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yakni untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Agar segera mencari formulasi yang tepat untuk kepentingan negara yang lebih baik karena orientasi pengelolaan negara pasal 33 undang-undang dasar 45 itu kan semuanya dikelola dengan baik untuk bagaimana menyejahterakan rakyat kita. Kita kan butuh pendapatan negara yang lebih baik untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Bahlil.
Saat ini, pemerintah terus melakukan kajian serta pembahasan lanjutan guna memastikan pengelolaan sumber daya alam nasional dapat berjalan secara seimbang antara kepentingan negara, keberlangsungan dunia usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (DR)






