Ekonomi

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

Redaksi
×

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

Sebarkan artikel ini
Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk
Dok. Pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika Serikat resmi menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik/Foto: BPMI Setpres)

FaktaID.net – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati penurunan tarif hingga nol persen untuk sejumlah produk ekspor Indonesia dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART). Total terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia yang akan memperoleh fasilitas bea masuk 0 persen.

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri. Antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah nol persen,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan pers bersama awak media di Washington DC, Kamis (19/2).

Selain sektor pertanian dan industri, produk tekstil dan apparel Indonesia juga mendapatkan fasilitas tarif nol persen dari Amerika Serikat melalui mekanisme tariff rate quota (TRQ).

Baca Juga :  US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

“Tentunya ini memberikan manfaat bagi empat juta pekerja di sektor ini. Dan kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat indonesia,” tambahnya.

Sebagai bentuk timbal balik, Indonesia berkomitmen memberikan fasilitas tarif nol persen untuk sejumlah produk unggulan Amerika Serikat, terutama komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai.

Menurut Airlangga, kebijakan tersebut memastikan masyarakat tidak terbebani kenaikan biaya pada produk berbahan baku impor tersebut.

Baca Juga :  Indonesia Dorong Investasi Hijau di Forum Bisnis World Expo 2025 Osaka

“Masyarakat indonesia membayar nol persen untuk barang yang diproduksi dari soyabean ataupun wheat dalam hal ini, noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” jelasnya.