Rinciannya, sebanyak 828 dapur telah beroperasi, 227 unit berada pada tahap operasional, dan 360 unit masih dalam proses pembangunan. Selain itu, 33 SPPG dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Seluruh SPPG tersebut diperkirakan dapat melayani 3,5 juta penerima manfaat serta menyerap 70,7 ribu pekerja,” ungkapnya.
Kapolri menambahkan, pengelolaan SPPG terus diperkuat melalui pemenuhan standar layanan. Hingga kini, telah diterbitkan 348 Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), 146 sertifikat jaminan produk halal, 285 sertifikat uji laboratorium air, serta didukung 305 chef yang telah mengikuti pelatihan.
Untuk menjaga mutu dan variasi menu, Polri juga menyusun buku Rasa Bhayangkara Nusantara yang berisi puluhan pilihan makanan bergizi.
“Serta telah menyusun buku Rasa Bhayangkara Nusantara yang berisi 80 menu beragam, sehingga dapat menambah variasi makanan serta memastikan terpenuhinya standar nutrisi,” ungkapnya. (DR)




