FaktaID.net – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan tausiyah dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (14/3). Dalam tausiyahnya, ia menyoroti bahaya gratifikasi yang tidak hanya berbentuk materi, tetapi juga bisa hadir dalam bentuk seksual dan spiritual.
“Gratifikasi bisa hadir dalam bentuk spiritual, misalnya seseorang yang tampak alim namun memiliki niat buruk. Bisa juga hadir dalam bentuk seksual, misalnya pejabat yang menerima hiburan demi melancarkan proyek tertentu. Ini sangat berbahaya,” ujar Menag.
Menag juga mengisahkan cerita tentang Abi Hurairah RA yang pernah tertipu oleh iblis meskipun diberikan ilmu wirid Ayat Kursi. Dari kisah ini, ia mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap gratifikasi spiritual yang dapat menyesatkan.
Di akhir tausiyahnya, Menag mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan makna husnul khatimah, tidak hanya dalam konteks kematian, tetapi juga dalam menyelesaikan tugas atau jabatan dengan bersih dan tanpa catatan gratifikasi.
Plt. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan apresiasinya atas tausiyah yang diberikan Menag.
“Seperti alat deteksi gempa dan cuaca yang perlu dikalibrasi agar tidak error, inilah saatnya kita melakukan kalibrasi jiwa dan rohani,” ungkapnya.
Ia berharap momentum ini bisa memperkuat integritas dalam melaksanakan tugas dan amanah di BMKG. (DR)






