Selain penguatan dakwah moderat, dalam kegiatan ini juga diberikan materi terkait pemahaman media sosial. Pesatnya perkembangan teknologi informasi membuat para dai dituntut untuk lebih bijak dalam menghadapi tantangan hoaks dan isu-isu digital.
“Kami memberikan penguatan kepada para dai agar memahami media sosial yang saat ini sangat masif dan dipenuhi dengan hoaks. Oleh karena itu, kami menyertakan materi terkait fikih media sosial dan fikih anti-hoaks,” tegasnya.
Selain isu media sosial, ekonomi syariah juga menjadi fokus dalam standardisasi dai kali ini. Para dai diharapkan dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan ekonomi syariah kepada masyarakat, baik di pedesaan maupun perkotaan.
“Ekonomi syariah adalah kunci keberhasilan, dan dai memiliki posisi yang sangat penting untuk itu,” ujar Kiai Zubaidi. (MS)




