Beberapa di antaranya mencakup pendataan, pengambilan sidik jari, hingga pembinaan terhadap pelaku yang belum terbukti melakukan tindak pidana.
“Kami berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha, UMKM, hingga karyawan pabrik yang kerap menjadi sasaran pemalakan saat pulang kerja,” jelasnya.
Langkah tegas Polresta Bandung ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. DPRD Kabupaten Bandung memberikan dukungan dan penghargaan atas upaya menjaga keamanan masyarakat.
Sementara itu, Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kabupaten Bandung menilai operasi ini sangat membantu dunia usaha, khususnya pelaku UMKM dan sektor industri yang selama ini kerap terganggu oleh aksi premanisme.
Baik DPRD maupun Apindo berharap agar operasi serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Bandung. (DR)




