Latihan ini mencakup pembinaan tradisi, pelatihan Core Pre-Deployment Training Materials dan Specialized Training Materials, latihan kelompok komando, pelatihan fungsi, serta pelatihan bahasa Prancis, mengingat MINUSCA merupakan misi francophone.
“Ini bukan sekadar latihan, tapi persiapan mental, fisik, dan teknis untuk mengemban tugas mulia menjaga perdamaian di wilayah konflik,” kata Krishna.
Kontingen ini akan menggantikan Satgas FPU 6 yang telah menyelesaikan tugasnya. Mereka akan bertugas selama satu tahun penuh sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah konflik.
“Kegiatan ini menandai dimulainya persiapan intensif bagi pasukan kita untuk kembali mengemban tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Ini adalah bentuk nyata kontribusi Indonesia di mata internasional,” tuturnya.
Dengan keberangkatan ini, Polri menegaskan bahwa Indonesia hadir untuk perdamaian dunia. Seperti pepatah yang disampaikan Krishna, “Berani karena benar, bertugas karena panggilan dunia.” (DR)






