Ekonomi

Bertemu Dubes AS, Menkeu Sri Mulyani Bahas Negosiasi Tarif Impor

Redaksi
×

Bertemu Dubes AS, Menkeu Sri Mulyani Bahas Negosiasi Tarif Impor

Sebarkan artikel ini
Bertemu Dubes AS, Menkeu Sri Mulyani Bahas Negosiasi Tarif Impor
Dok. Pertemuan Menkeu Sri Mulyani dengan Dubes AS, H.E. Kamala Shirin Lakhdhir/Kemenkeu)

FaktaID.net – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menggelar pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, H.E. Kamala Shirin Lakhdhir, di Jakarta, pada Rabu (16/4).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang terus mengalami perubahan.

Baca Juga :  MUI Dukung Ekonomi Kerakyatan Presiden Prabowo, Siap Keluarkan Taujihat Khusus di Mukernas IV

Salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut adalah terkait kebijakan tarif perdagangan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Indonesia.

Dalam diskusi itu, Sri Mulyani menyampaikan pandangan resmi Pemerintah Indonesia dan membuka kemungkinan negosiasi agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan cara yang adil serta saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Baca Juga :  US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

“Kami berdiskusi secara terbuka mengenai langkah-langkah yang bisa ditempuh bersama agar isu ini dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan asas keadilan bagi kepentingan ekonomi kedua negara dan dunia,” terang Menkeu.

Selain isu perdagangan, Menkeu turut memaparkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang dirancang untuk mendukung program-program prioritas pemerintah ke depan.

Baca Juga :  Pemerintah Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi Meski Harga Dunia Naik

Sri Mulyani menegaskan bahwa penyusunan APBN difokuskan pada program-program yang berpihak kepada rakyat.

Sri Mulyani menyebut bahwa berbagai program pro-rakyat telah menjadi fokus dalam penyusunan APBN, termasuk makan bergizi gratis, perlindungan sosial, dan pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat.