Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyatakan dukungannya terhadap upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya langkah ini penting untuk membangun momentum menuju perdamaian dalam konflik Israel-Hamas di Gaza.
Dalam pernyataannya yang diutarakan pada Jumat (10/5), Wong menegaskan bahwa Australia secara tegas mendukung langkah Palestina menuju keanggotaan penuh PBB, sebagai bagian dari komitmen untuk menjamin perdamaian di wilayah tersebut.
Langkah Australia untuk memberikan dukungan ini terjadi setelah pemungutan suara di Majelis Umum PBB pada Jumat lalu, dimana mayoritas anggota mendukung resolusi yang akan secara efektif mengakui negara Palestina.
Meskipun Amerika Serikat dan Israel menentang, Australia merekomendasikan Dewan Keamanan PBB untuk secara cermat mempertimbangkan masalah ini.
“Kami menyadari bahwa persoalan keanggotaan Palestina di PBB adalah langkah krusial menuju perdamaian yang telah lama diharapkan,” ujar Wong dalam sebuah konferensi pers di Adelaide, seperti dilansir oleh The Straits Times pada Sabtu (11/5).
Namun demikian, Wong juga mengakui bahwa dukungan dari Australia dan negara-negara lainnya bukanlah satu-satunya solusi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun ini.
“Konflik ini telah ada sepanjang masa, namun kita semua harus berusaha sekuat tenaga dalam membangun momentum demi perdamaian,” tambahnya.
Masuknya Palestina menjadi anggota penuh PBB menjadi sorotan utama setelah konflik sengit antara Israel dan militan Palestina Hamas di Gaza tujuh bulan lalu, yang menewaskan ribuan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Perlakuan Israel terhadap pemukiman di Tepi Barat yang dihuni juga turut menjadi perhatian dunia internasional.
“Australia telah dan akan terus menjadi pendukung solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan,” tulis Duta Besar Australia untuk PBB, James Larsen, dalam sebuah catatan di platform media sosial. (*/DR)






