Nasional

Indonesia Berhasil Pulangkan 400 WNI Korban TPPO dari Myanmar

Redaksi
×

Indonesia Berhasil Pulangkan 400 WNI Korban TPPO dari Myanmar

Sebarkan artikel ini
Indonesia Berhasil Pulangkan 400 WNI Korban TPPO dari Myanmar
Dok. Menteri Luar Negeri, Sugiono menyambut kepulangan WNI Korban TPPO.

FaktaID.net – Setelah melewati perjalanan yang penuh tantangan dari wilayah konflik di Myanmar, sebanyak 400 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam jaringan online scam berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Pemulangan ini dilakukan oleh Tim Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dengan dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon dan Bangkok.

Baca Juga :  Wakil Panglima TNI Hadiri Pengukuhan 76 Anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2025

Para WNI tersebut diterbangkan menggunakan dua pesawat dari Bandara Don Mueang, Bangkok, dan telah tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta. Sementara itu, 154 WNI lainnya dijadwalkan tiba pada 19 Maret 2025, sehingga total jumlah korban TPPO yang dipulangkan mencapai 554 orang, terdiri dari 449 laki-laki dan 105 perempuan.

Menteri Luar Negeri Sugiono langsung menyambut kedatangan kloter pertama pemulangan di Bandara Soekarno-Hatta. Ia menegaskan bahwa upaya repatriasi ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk memastikan perlindungan maksimal bagi WNI di luar negeri.

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa proses evakuasi ini sangat rumit karena para WNI harus melintasi wilayah konflik di Myawaddy, Myanmar, sebelum akhirnya tiba di Thailand. Perjalanan darat sejauh 10 jam menggunakan 13 armada bus harus ditempuh agar para WNI bisa mencapai perbatasan Myanmar–Thailand dengan aman.

Baca Juga :  Puan Maharani Kembali Terpilih Sebagai Ketua DPR RI Periode 2024-2029

“Ada berbagai faksi dan kepentingan di Myawaddy, Myanmar. Koordinasi yang dilakukan tidak mudah dan butuh waktu cukup lama untuk bisa sampai dan melakukan upaya evakuasi,” ungkap Menlu Sugiono.

Semula, para WNI rencananya akan diterbangkan langsung dari Maesot, Thailand. Namun, karena jumlahnya yang besar dan keterbatasan kapasitas bandara di Maesot, akhirnya mereka dipindahkan ke Bangkok dengan perjalanan darat selama 6 jam, sebelum diterbangkan ke Indonesia.