Sementara itu, teknologi Direct Seeding memungkinkan benih ditanam langsung di tanah tanpa melalui pembibitan konvensional, sehingga mempercepat masa tanam.
Hasil uji coba di B2PSIPM menunjukkan bahwa kombinasi metode ini mampu meningkatkan produktivitas panen hingga 8-12 ton per hektare.
“Kalau pertumbuhan tanamannya sebagus ini, kita bisa mencapai minimal 8 ton per hektare, syukur-syukur bisa 10 hingga 12 ton,” kata Mentan Amran.
Dukung Swasembada Pangan Nasional
Mentan Amran menegaskan bahwa teknologi ini akan diterapkan secara bertahap di berbagai daerah, terutama dalam program cetak sawah dan optimasi lahan (oplah). Jika uji coba ini berhasil, implementasinya akan diperluas untuk mempercepat swasembada pangan nasional.
“Ini akan diterapkan di daerah cetak sawah dan oplah yang saat ini kita kembangkan. Jika berhasil, kita akan mulai dari situ,” tutup Mentan Amran. (*)




