FaktaID.net – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan sikapnya yang tak gentar menghadapi intimidasi saat mengungkap praktik kecurangan dalam distribusi beras yang merugikan masyarakat dan mengancam ketahanan pangan nasional.
Dalam pernyataannya yang dikutip pada Senin (7/7), Mentan Amran mengaku sempat diperingatkan agar berhati-hati lantaran berhadapan dengan sejumlah figur besar yang diduga terlibat dalam praktik mafia pangan.
“Kami mendapat perintah langsung dari Bapak Presiden Prabowo untuk memberantas korupsi dan mafia pangan hingga ke akar-akarnya. Saya bilang, ‘Siap, Bapak Presiden,’ dan kami langsung tindak lanjuti,” ujar Mentan Amran dalam sebuah video pernyataan.
Meski mendapatkan tekanan dan intimidasi, Mentan menegaskan dirinya tetap berdiri teguh demi memperjuangkan nasib petani dan masyarakat kecil.
“Yang penting, kami berdiri di sisi rakyat Indonesia, membela petani, dan membela masyarakat kecil. Kami siap menanggung segala risiko. Jiwa raga kami untuk Merah Putih,” katanya dengan nada penuh semangat.
Dalam kesempatan itu, Mentan Amran juga mengenang masa kecilnya yang penuh kesulitan, termasuk saat harus mengonsumsi nasi dicampur pisang karena tingginya harga beras. Pengalaman itu menjadi penggerak semangatnya agar tidak ada lagi rakyat yang mengalami kelaparan akibat harga pangan yang tak terjangkau.
“Kami pernah makan beras campur pisang karena harga beras mahal. Kami tidak ingin rakyat Indonesia kembali mengalami hal serupa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mentan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan pembenahan regulasi, pemberantasan mafia pangan, serta memberikan kemudahan akses bagi para petani.
Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi sektor hortikultura dan perkebunan sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. (DR)






