Airlangga juga menyampaikan bahwa rampungnya Agreement on Reciprocal Trade (ART) semakin memperkuat komitmen kedua negara dalam membuka akses pasar dan mengatasi hambatan perdagangan, baik tarif maupun non-tarif.
Hal ini dinilai akan meningkatkan kepastian usaha sekaligus memperbesar peluang investasi di kedua negara.
“Melalui kesepakatan dalam ART ini, akan semakin memperkuat akses pasar dan daya saing produk Indonesia, sehingga akan menarik investasi yang lebih besar di berbagai sektor,” ujar Menko Airlangga.
Dalam forum tersebut, perusahaan-perusahaan Indonesia dan AS menandatangani sejumlah kesepakatan perdagangan dan investasi dengan total komitmen mencapai USD 38,4 miliar di berbagai sektor strategis.
Di sektor agro, nilai kesepakatan pembelian mencapai USD 4,5 miliar. Rinciannya meliputi pembelian kedelai sebesar USD 1,37 miliar, gandum (TBA hingga 2030) senilai USD 1,25 miliar, jagung USD 855 juta, kapas USD 244 juta, serta produk lainnya senilai USD 800 juta.
Sementara itu, sektor industri manufaktur mencatat komitmen investasi sebesar USD 33,91 miliar. Beberapa kesepakatan utama meliputi kerja sama antara KADIN dan USABC senilai USD 2 miliar, pengadaan bahan baku industri berupa shredded worn clothing sebesar USD 200 juta, serta rencana investasi di industri semikonduktor yang mencapai USD 4,89 miliar dan USD 26,7 miliar.
Seluruh penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di hadapan Presiden Prabowo dalam rangkaian acara Gala Iftar Dinner, dan ditandatangani langsung oleh pimpinan perusahaan dari kedua negara yang terlibat dalam kesepakatan tersebut. (DR)






