Daerah  

Tak Punya TGD dan Sempat Tahan Ijazah Karyawan, Walikota Eri Segel CV Sentoso Seal Disegel

Redaksi
Tak Punya TGD dan Sempat Tahan Ijazah Karyawan, Walikota Eri Segel CV Sentoso Seal Disegel
Dok. Tangkapan Layar Video Walikota Surabaya, Eri Cahyadi/IG)

FaktaID.net – Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran izin usaha. Pada Selasa (22/4), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin langsung penyegelan gudang milik CV Sentoso Seal yang berlokasi di komplek pergudangan Margomulyo. Tindakan ini diambil karena perusahaan tersebut diketahui tidak memiliki Izin Tanda Daftar Gudang (TDG).

“Kemarin ada lagi yang sudah mengembalikan ijazah, ada tiga. Artinya, dengan ketegasan kita, (ijazah) bisa kembali,” kata Wali Kota Eri.

Ia menjelaskan, penyelesaian kasus penahanan ijazah karyawan yang terjadi di beberapa perusahaan sebelumnya merupakan hasil dari komunikasi yang intensif antara pihak Pemkot Surabaya, perusahaan, dan para pekerja yang bersangkutan.

Baca Juga :  Kejati Sumut Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Aset PTPN I Regional I

“Saya datangi (perusahaannya), saya ajak ngobrol, saya jelaskan aturan-aturannya. Saya harus memastikan menjaga kondusifitas iklim investasi di Surabaya,” ujarnya.

Namun, menurut Wali Kota Eri, kasus yang terjadi di CV Sentoso Seal berbeda. Perusahaan tersebut sempat menjadi sorotan publik karena dugaan praktik penahanan ijazah terhadap karyawan. Selain itu, hasil koordinasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa perusahaan ini juga belum mengantongi TDG.

“Setelah melakukan koordinasi, ditemukan bahwa perusahaan ini tidak ada Tanda Daftar Gudang. Sehingga, hari ini kami tutup. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan,” tegas dia.

Baca Juga :  Polresta Bogor Kota Siap Gelar Perkara Dugaan Suap Pada Pilkada Kota Bogor Tahun 2024

Lebih lanjut, Wali Kota Eri mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai budaya khas Surabaya dalam menyelesaikan persoalan. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada pihak yang merasa paling berkuasa dan semua persoalan dapat diselesaikan secara dialogis dan kekeluargaan.

“Surabaya ini memiliki budaya arek, saling tolong menolong dan guyub rukun. Benar ya benar, ya itu budaya arek,” ujar Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini. (*)