Daerah

Tak Punya TGD dan Sempat Tahan Ijazah Karyawan, Walikota Eri Segel CV Sentoso Seal Disegel

Redaksi
×

Tak Punya TGD dan Sempat Tahan Ijazah Karyawan, Walikota Eri Segel CV Sentoso Seal Disegel

Sebarkan artikel ini
Tak Punya TGD dan Sempat Tahan Ijazah Karyawan, Walikota Eri Segel CV Sentoso Seal Disegel
Dok. Tangkapan Layar Video Walikota Surabaya, Eri Cahyadi/IG)

FaktaID.net – Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran izin usaha. Pada Selasa (22/4), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin langsung penyegelan gudang milik CV Sentoso Seal yang berlokasi di komplek pergudangan Margomulyo. Tindakan ini diambil karena perusahaan tersebut diketahui tidak memiliki Izin Tanda Daftar Gudang (TDG).

“Kemarin ada lagi yang sudah mengembalikan ijazah, ada tiga. Artinya, dengan ketegasan kita, (ijazah) bisa kembali,” kata Wali Kota Eri.

Ia menjelaskan, penyelesaian kasus penahanan ijazah karyawan yang terjadi di beberapa perusahaan sebelumnya merupakan hasil dari komunikasi yang intensif antara pihak Pemkot Surabaya, perusahaan, dan para pekerja yang bersangkutan.

Baca Juga :  Kejari Tidore Geledah Kantor KPU, Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp16 Miliar

“Saya datangi (perusahaannya), saya ajak ngobrol, saya jelaskan aturan-aturannya. Saya harus memastikan menjaga kondusifitas iklim investasi di Surabaya,” ujarnya.

Namun, menurut Wali Kota Eri, kasus yang terjadi di CV Sentoso Seal berbeda. Perusahaan tersebut sempat menjadi sorotan publik karena dugaan praktik penahanan ijazah terhadap karyawan. Selain itu, hasil koordinasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa perusahaan ini juga belum mengantongi TDG.

“Setelah melakukan koordinasi, ditemukan bahwa perusahaan ini tidak ada Tanda Daftar Gudang. Sehingga, hari ini kami tutup. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan,” tegas dia.

Baca Juga :  Kejati Sumsel Kembali Geledah Tiga Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Pelayaran Sungai Lalan

Lebih lanjut, Wali Kota Eri mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai budaya khas Surabaya dalam menyelesaikan persoalan. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada pihak yang merasa paling berkuasa dan semua persoalan dapat diselesaikan secara dialogis dan kekeluargaan.

“Surabaya ini memiliki budaya arek, saling tolong menolong dan guyub rukun. Benar ya benar, ya itu budaya arek,” ujar Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini. (*)