Daerah

Kejari Prabumulih Tetapkan Ketua KPU dan Dua Pejabat Sebagai Tersangka Korupsi Hibah Pilkada

Redaksi
×

Kejari Prabumulih Tetapkan Ketua KPU dan Dua Pejabat Sebagai Tersangka Korupsi Hibah Pilkada

Sebarkan artikel ini
Kejari Tetapkan Ketua KPU Prabumulih dan Dua Pejabat Sebagai Tersangka Korupsi Hibah Pilkada
Dok. Penahanan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada/Foto: Kejari Prabumulih)

FaktaID.net – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Prabumulih menetapkan tiga orang dari jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2025 senilai Rp26 miliar.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka masing-masing Ketua KPU berinisial MD, Sekretaris KPU, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Setelah melalui rangkaian penyelidikan dan pengumpulan alat bukti, tim akhirnya menetapkan tiga orang tersangka,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Prabumulih, Safei, pada Jumat (3/10).

Baca Juga :  Polda Kaltara Sita Ratusan Dokumen Kredit Fiktif Bank Kaltimtara, Kerugian Negara Rp275 Miliar

Usai menjalani pemeriksaan administrasi, ketiganya langsung digelandang keluar dari kantor Kejari Prabumulih menuju mobil tahanan. Mereka kemudian dibawa ke rumah tahanan (rutan) untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Safei menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan masyarakat mengenai dugaan kejanggalan dalam penggunaan dana hibah Pilkada. Dari hasil penyelidikan, ditemukan adanya lonjakan anggaran pada sejumlah kegiatan.

“Penyalahgunaan terbesar terjadi pada sekitar 20 item kegiatan sosialisasi dan launching. Nilainya membengkak jauh dari rencana awal,” tegasnya.

Baca Juga :  Polda Jatim Tangkap Dua Terduga Pelaku Pencurian Komodo di Manggarai Timur

Safei menyebut, dari total keuangan dana hibah Kota Pemulih senilai Rp26 miliar tersebut terdapat kerugian negara sekitar Rp6 miliar.

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dari pihak komisioner KPU.

“Kemungkinan keterlibatan komisioner lain masih ada. Kita akan lihat hasil akhir penyidikan,” tandas Safei. (DR)