Pendidikan Tinggi di Gaza Lumpuh, 95 Persen Kampus Rusak atau Hancur

Redaksi
Pendidikan Tinggi di Gaza Lumpuh, 95 Persen Kampus Rusak atau Hancur
Dok. UNESCO.

FaktaID.net – Sektor pendidikan tinggi di Gaza mengalami kelumpuhan parah akibat kerusakan besar pada infrastruktur kampus serta terbatasnya akses pembelajaran bagi mahasiswa.

Berdasarkan penilaian bersama antara UNESCO dan Kementerian Pendidikan Palestina, sebanyak 95 persen gedung universitas di wilayah tersebut dilaporkan rusak atau hancur. Kondisi ini berdampak langsung pada sekitar 88.000 mahasiswa yang tidak dapat melanjutkan kegiatan perkuliahan.

Kerusakan tersebut juga menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Total biaya yang dibutuhkan untuk pemulihan sektor pendidikan tinggi diperkirakan mencapai hampir 373 juta dolar AS.

Baca Juga :  Di KTT BRICS, Indonesia Sampaikan Keinginan Bergabung ke BRICS

Tidak hanya infrastruktur, sumber daya manusia di sektor pendidikan turut terdampak serius. Hampir 22 persen tenaga kerja pendidikan tinggi dilaporkan tewas, ditahan, atau mengalami luka-luka akibat situasi yang berlangsung.

Akibat gangguan berkepanjangan ini, para mahasiswa di Gaza telah kehilangan hingga dua tahun masa studi akademik, yang berpotensi memengaruhi masa depan pendidikan dan karier mereka.

Sebagai upaya penanganan, sejumlah inisiatif alternatif mulai dijalankan, seperti Gaza Virtual Campus (Kampus Virtual Gaza) dan Temporary Learning Spaces (Ruang Belajar Sementara).

Baca Juga :  Malaysia Desak PBB Bertindak Tegas atas Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL

Program-program ini membantu ribuan mahasiswa di wilayah Palestina untuk tetap melanjutkan pendidikan mereka di tengah keterbatasan yang ada.

Upaya tersebut menjadi jalur penting dalam menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar, meskipun tantangan di lapangan masih terus berlangsung. (DR)