Kehadiran hunian sementara diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi warga Aceh Tamiang dalam menjalani masa transisi yang lebih manusiawi. Hutama Karya juga terus menjalin koordinasi dengan BUMN infrastruktur lainnya demi memastikan target penyelesaian tepat waktu.
Selain pembangunan huntara, Hutama Karya turut berperan aktif dalam pemulihan akses dan konektivitas di Aceh Tamiang. Sejumlah ruas jalan dilaporkan masih tertutup lumpur, kayu hanyutan, dan sedimen, sehingga menghambat mobilitas warga serta distribusi bantuan.
Dalam kondisi tersebut, Hutama Karya mengambil peran sesuai kompetensi inti perusahaan dengan mendukung pembukaan kembali jalur penghubung dan penguatan konektivitas sebagai bagian dari sinergi program BUMN Peduli.
Hutama Karya mengerahkan berbagai sumber daya operasional untuk pembersihan material pascabanjir dan pemulihan jalur strategis masyarakat. Dukungan tersebut meliputi pengoperasian empat unit excavator, satu unit excavator PC75, dua unit dump truck, serta satu unit tangki solar guna menunjang kelancaran aktivitas di lapangan.
Tak hanya itu, perusahaan juga memobilisasi dukungan konektivitas melalui penyediaan Jembatan Bailey, masing-masing satu unit bentang 43 meter dan dua unit bentang 48 meter.
Dukungan tambahan lainnya mencakup tujuh unit excavator PC-200, satu unit crane berkapasitas 80 ton, tenaga operator excavator, serta pasokan solar untuk memastikan seluruh operasi berjalan optimal.
Seluruh peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan material seperti lumpur, kayu hanyutan, dan sedimen, sekaligus mendukung normalisasi di titik-titik kritis yang menghambat jalur penghubung warga.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja serta koordinasi bersama pemangku kepentingan setempat agar penanganan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih dengan instansi lain.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan dalam kolaborasi BUMN Peduli.
“Pada fase awal pemulihan, kami kejar jalur penghubung warga berfungsi kembali melalui BUMN Peduli. Hutama Karya hadir di lokasi bersama BUMN infrastruktur lain, terkoordinasi dengan otoritas setempat dan standar keselamatan ketat. Setelah konektivitas pulih, dukungan lanjut ke amanah pembangunan huntara untuk tempat tinggal sementara layak,” tuturnya. (DR)






