Nasional

KAMMI Desak Pemerintah Atasi Lonjakan Harga Tiket Pesawat ke Indonesia Timur

Redaksi
×

KAMMI Desak Pemerintah Atasi Lonjakan Harga Tiket Pesawat ke Indonesia Timur

Sebarkan artikel ini
KAMMI Desak Pemerintah Atasi Lonjakan Harga Tiket Pesawat ke Indonesia Timur
Dok. KAMMI Desak Pemerintah Atasi Lonjakan Harga Tiket Pesawat ke Indonesia Timur/Ist)

JAKARTA – Lonjakan harga tiket pesawat menuju wilayah Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Utara yang mencapai hingga enam kali lipat dari harga normal menuai kritik tajam dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Bendahara Bidang Ekonomi Kreatif PP KAMMI, Ray Rahil, menilai pernyataan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, terkait mahalnya tiket pesawat tidak cukup hanya berhenti sebagai komentar.

“Kita terlalu sering melihat gimik dalam pemerintah kita, dan pernyataan seperti itu seolah hanya gimik,” kata Ray, mengkritik pendekatan yang dinilai kurang konkret, dalam keterangannya yang diterima redaksi, Jumat (27/12)

Ray menegaskan, sebagai pejabat eksekutif, Zita Anjani memiliki kewenangan untuk mendorong solusi struktural yang nyata, bukan hanya mengomentari permasalahan.

Menurutnya, ada beberapa langkah yang perlu segera dilakukan, antara lain:

  1. Pengawasan Ketat terhadap harga tiket pesawat.
  2. Transparansi Tarif untuk menjamin keadilan harga.
  3. Kemudahan Akses Transportasi Udara menuju destinasi wisata besar seperti NTT dan Sulawesi Utara.

KAMMI menyoroti kebijakan pemerintah sebelumnya yang menurunkan harga tiket pesawat sebesar 10% sebagai langkah yang belum memberikan dampak signifikan.

Ray mengungkapkan, penurunan harga tiket sebesar Rp100.000 hingga Rp150.000, sebagaimana dilaporkan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA), tidak cukup membantu masyarakat, terutama dalam perjalanan jarak jauh.

“Penurunan harga tiket sebesar 10% hanya menjadi langkah kosmetik tanpa dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujar Ray.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PP KAMMI, Arif Sibghotulloh, mengapresiasi langkah Zita Anjani yang menyoroti masalah ini, namun menegaskan bahwa kritik saja tidak cukup.

“Kami mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah konkret,” kata Arif.

Ia menambahkan bahwa lonjakan harga tiket pesawat berpotensi menghambat sektor pariwisata, khususnya ke destinasi utama di Indonesia Timur.

PP KAMMI mengimbau pemerintah agar segera merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk menurunkan harga tiket pesawat secara signifikan.

Hal ini penting untuk menjaga sektor pariwisata tetap inklusif dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

“Jangan hanya berhenti pada kritik, tetapi ambil tindakannya untuk memastikan pariwisata Indonesia tetap berkembang dan inklusif,” tutup pernyataan Bidang Ekonomi Kreatif KAMMI. (*/DR)