JAKARTA – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, mewakili Panglima TNI, resmi membuka Forum Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Staf Ahli Panglima TNI di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/9).
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasum TNI, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyoroti perkembangan lingkungan strategis global yang berdampak pada geopolitik dan geostrategi Indonesia.
Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, lanjutnya, telah membawa perubahan signifikan pada bidang militer, termasuk doktrin, taktik, teknik bertempur, dan cara berperang.
“Medan operasi yang awalnya hanya mencakup darat, laut, udara, dan ruang angkasa kini telah meluas ke ruang siber,” ujar Panglima TNI.
Di akhir sambutannya, Panglima TNI menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan kemampuan TNI dalam menghadapi ancaman di ruang siber.
“TNI harus memiliki kemampuan deteksi dini, respon cepat, dan mitigasi serangan siber untuk mencegah kerusakan dan gangguan operasional,” pungkasnya.
Acara FGD ini dihadiri 162 peserta luring dari TNI, Polri, dan Kementerian/Lembaga, serta 110 peserta daring dari jajaran Kodam, Armada, dan Koopsud.
Beberapa pejabat penting yang turut hadir antara lain Koorsahli Panglima TNI, Asrenum Panglima TNI, Aster Panglima TNI, dan Askomlek Panglima TNI.
Sesi diskusi menghadirkan narasumber seperti Chairman CIASeC Dr. Pratama Persadha, Brigjen TNI Bondan Widiawan, dan Wakil Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan IKAL Strategic Center Wibawanto Nugroho Widod. Para narasumber membahas topik-topik penting terkait pengembangan kemampuan siber TNI dalam menghadapi tantangan di Indo-Pasifik. (*/DR)






