CEO Lexer Research sekaligus Ketua Green CPS Council, Dr. Masahiro Nakamura, memaparkan strategi GX/DX (Green Transformation/Digital Transformation) sebagai upaya memajukan industri dalam negeri. Ia menjelaskan teknologi siber-fisik yang dapat menghitung jejak karbon secara otomatis dari data primer menggunakan IoT.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Masahiro Nakamura juga memperkenalkan sistem turbin gas mikro e-Power yang ramah lingkungan dan memanfaatkan minyak kelapa mentah dari Indonesia.
Simposium ini menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam menciptakan database jejak karbon dan sistem harga karbon untuk sektor strategis seperti energi, pertanian, mineral, dan otomotif. Dengan penerapan teknologi GX/DX, sistem ini akan memungkinkan pemantauan menyeluruh atas emisi gas rumah kaca di seluruh rantai pasok.
Para peserta antusias mengikuti acara ini dan berharap ada tindak lanjut nyata dari hasil diskusi. Beberapa tokoh yang hadir dan memberikan materi antara lain Prof. Norihiro Itsubo dari Universitas Waseda, Prof (Riset) Irhan Febijanto dari BRIN, dan Dr. Kiyotaka Tahara dari AIST Jepang.
Acara juga menghadirkan perwakilan dari berbagai lembaga pemerintah dan swasta Indonesia, termasuk Kementerian ESDM, KLH, Kementerian Perindustrian, OJK, IDX Carbon, dan PT Life Cycle Indonesia.
Di akhir acara, Dr. Nakamura dan Dr. Salim Mustofa dari BRIN menyampaikan rencana pembentukan konsorsium baru Indonesia–Jepang untuk mengembangkan National LCA Database. Konsorsium ini akan melibatkan universitas dan lembaga dari kedua negara. (*)






