Malaysia Ajukan Kerja Sama Pangan, Indonesia Prioritaskan Stok Dalam Negeri

Redaksi
Malaysia Ajukan Kerja Sama Pangan, Indonesia Prioritaskan Stok Dalam Negeri
Dok. Pertemuan Mentan Amran dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan, Datuk Seri Mohammad Bin Sabu/Kementan)

FaktaID.net — Pemerintah Malaysia melalui Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan, Datuk Seri Mohammad Bin Sabu, mengajukan kerja sama dengan Indonesia guna memperkuat ketahanan pangan, khususnya dalam hal pasokan beras dan alih teknologi pertanian.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai ajakan Malaysia sejalan dengan semangat kolaborasi dan solidaritas antarnegara ASEAN.

Baca Juga :  Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

Mentan Amran menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk menjalin kemitraan dalam pengembangan teknologi pertanian, termasuk melalui pelatihan bersama, riset kolaboratif, dan demonstrasi teknologi di lapangan.

Namun terkait permintaan pasokan beras, Amran menegaskan bahwa fokus utama Indonesia saat ini adalah menjamin kecukupan pangan dalam negeri.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Hilirisasi Nasional di Hambalang

“Ada permintaan beras dari Malaysia kepada kita. Namun untuk sementara, kita harus menjaga ketersediaan dan keamanan stok dalam negeri terlebih dahulu. Ketahanan pangan nasional adalah prioritas utama. Setelah itu tercapai, baru kita dapat mempertimbangkan dukungan lebih lanjut kepada negara sahabat,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta (22/4).

Amran juga menyoroti peningkatan produksi padi nasional yang tak lepas dari penggunaan teknologi modern seperti digitalisasi pertanian, mekanisasi, benih unggul, serta dukungan kebijakan dari Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Google Kembali Lakukan PHK, Ratusan Karyawan Divisi Platform dan Devices Terdampak

“Kita terbuka untuk berbagi pengalaman dan teknologi dengan negara sahabat seperti Malaysia. Kami percaya, semakin banyak negara yang kuat dalam sektor pangan, semakin tangguh pula kawasan kita dalam menghadapi krisis global,” ungkapnya.