Amran menambahkan bahwa puncak panen jagung nasional diprediksi terjadi pada bulan Mei. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah-langkah untuk menyerap hasil produksi secara maksimal.
“Kelihatan produksi jagung kita cukup baik, sehingga kita harus persiapan serap ke depan,” kata Amran.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyampaikan data dari United States Department of Agriculture (USDA) yang menunjukkan peningkatan produksi beras Indonesia, dari sebelumnya 30 juta ton menjadi 34,6 juta ton.
“Ini kabar menggembirakan, semua data ini adalah data dari BPS, kemudian data real time dari Bulog. Tidak ada data dari pertanian, karena kita harus mempercayakan kepada BPS,” jelas Amran.
Pertemuan itu juga menjadi forum pembahasan langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur pertanian. Menteri Amran menyebut telah dilakukan pemetaan terhadap lahan-lahan yang memerlukan rehabilitasi irigasi.
“Kami sudah sepakat dan insyaallah dikerjakan tahun ini,” ucap Amran. (DR)






