FaktaID.net – Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menginstruksikan seluruh Kapolres untuk secara aktif turun ke lapangan. Instruksi ini diberikan menyusul peristiwa meninggalnya seorang anak (YBS, 10) di Kabupaten Ngada, NTT, guna memastikan program bantuan pemerintah tepat sasaran dan mencegah terulangnya tragedi serupa.
Dalam rapat di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/2), Komjen Dedi menekankan kolaborasi kuat antara Polri, pemerintah daerah, BPS, dan kementerian/lembaga agar dana APBN berdampak langsung.
“Peristiwa ini menjadi pengingat agar negara hadir lebih cepat dan lebih nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah punya program, siapkan anggaran, dan kita (Polri) punya semangat gotong royong. Yang harus kita pastikan adalah implementasinya benar-benar menyentuh keluarga-keluarga yang membutuhkan,” ujar Komjen Dedi, dikutip Jumat (6/2).
Ia menegaskan, Tragedi di NTT tidak boleh terulang. Dan Polri akan berada di garis depan untuk memastikan itu. Wakapolri menyoroti arah kebijakan Presiden dalam APBN 2026 untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
“Arah kebijakan Presiden yang tertuang dalam APBN 2026 sangat relevan untuk disosialisasikan melalui Polri, karena telah menyiapkan program yang sangat lengkap guna membantu masyarakat terhindar dari kemiskinan ekstrem,” katanya.
Merespons masukan dari Asisten Khusus Presiden tentang kekuatan jaringan Polri hingga desa, Komjen Dedi memberikan perintah tegas.






